Ratusan Guru Wiyata Bakti Demo ke DPRD
BANJARNEGARA- Ratusan guru honorer K 2, kemarin berdemo di gedung
DPRD Banjarnegara. Mereka meminta kejelasan nasib setelah tidak lolos
seleksi CPNS. Massa yang berdemo menilai, penyelenggaraan ujian CPNS
honorer K 2 tidak transparan. Sebab dalam pengumuman, sama sekali tidak
mencantumkan nilai ujian.
Koordinator aksi yang juga ketua Forum Paguyuban Guru Sekolah Dasar
(FPGSD), Titik Purwaningsih, dengan berapi-api menuntut transparansi
ujian sekaligus kejelasan nasib rekan-rekannya yang tidak diterima. Dia
mempertanyakan apakah hingga usia pensiun, mereka yang tidak lulus ujian
CPNS akan menjadi pensiunan honorer.
“Yang tidak ada gunanya?,” ungkapnya. Dia juga meminta agar
penyelenggaraan ujian CPNS dibuka secara transparan. “Siapa sih atau ada
apa sih sebenarnya?,” tanyanya.
Dia mengatakan, banyak tenaga honorer yang sudah mengabdi selama 27
tahun, namun hingga kini hanya menerima honor Rp 100 ribu. “Atau malah
gratis,” tandasnya. Oleh karena itu, semestinya masa jabatan dan usia
tenaga honorer harus diperhatikan dalam penerimaan CPNS dari formasi
honorer K2.
Sumardiyono, guru SD Negeri 3 Plumbungan, Kecamatan Pagentan mengatakan,
saat ini ada ketidakadilan antara guru yang sudah PNS dengan yang masih
honorer. Sebab guru yang stausnya honorer melakukan tugas sebagaimana
guru PNS. “Tugasnya sama dengan PNS seperti membuat RPP dan supervisi,”
Tampilkan postingan dengan label berita regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita regional. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Februari 2014
Jumat, 08 November 2013
Malam Ini, Grandfinal Mas Mbak Duta Wisata Jateng
PURWOKERTO – Jumat (8/11) malam nanti, perhelatan pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Jawa Tengah 2013 mencapai puncak. Malam nanti, para finalis akan menunjukan kebolehan mereka masing-masing untuk memperebutkan juara I dalam ajang tersebut.
Disamping penampilan seperti wajah dan busana, para finalis juga akan bersaing dalam hal pengetahuan, khususnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan juri yang berkaitan dengan wisata di Jawa Tengah. Selain itu, nanti malam finalis juga akan menunjukan kebolehannya dalam berjalan catwalk di panggung.
Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinbudpar Provinsi Jawa Tengah, Ir Toto Riyanto mengatakan acara puncak nanti dibuka untuk umum. Seperti konsep awal, pada penyelenggaraan kali ini, masyarakat diharapkan aktif dalam berpartisipasi. “Selain untuk mendukung para finalis, masyarakat yang hadir juga akan dihibur oleh finalis X-Faktor beberapa waktu lalu, New Dimenssion. Ditambah dengan hiburan-hiburan lain,” katanya.
Sebelumnya, para finalis juga sudah menghibur masyarakat dengan menampilkan apresiasi seni di Pendapa Si Panji, Selasa (6/11) malam kemarin. “Itu bisa dijadikan modal, karena disamping menguasai materi pariwisata, finalis juga harus menguasai kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Tengah. Sebagian besar menampilkan tari,” jelasnya.
Disamping penampilan seperti wajah dan busana, para finalis juga akan bersaing dalam hal pengetahuan, khususnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan juri yang berkaitan dengan wisata di Jawa Tengah. Selain itu, nanti malam finalis juga akan menunjukan kebolehannya dalam berjalan catwalk di panggung.
Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinbudpar Provinsi Jawa Tengah, Ir Toto Riyanto mengatakan acara puncak nanti dibuka untuk umum. Seperti konsep awal, pada penyelenggaraan kali ini, masyarakat diharapkan aktif dalam berpartisipasi. “Selain untuk mendukung para finalis, masyarakat yang hadir juga akan dihibur oleh finalis X-Faktor beberapa waktu lalu, New Dimenssion. Ditambah dengan hiburan-hiburan lain,” katanya.
Sebelumnya, para finalis juga sudah menghibur masyarakat dengan menampilkan apresiasi seni di Pendapa Si Panji, Selasa (6/11) malam kemarin. “Itu bisa dijadikan modal, karena disamping menguasai materi pariwisata, finalis juga harus menguasai kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Tengah. Sebagian besar menampilkan tari,” jelasnya.
Selasa, 05 November 2013
Tiang Penyangga Soeharto Dipenuhi Sampah
BANYUMAS-Meski groundsill Jembatan Soeharto sedang diperbaiki, banjir yang biasa terjadi di Sungai Serayu dapat mengancam tiang penyangga jembatan. Apalagi, sepangamatan Radarmas, tiang penyangga Soeharto beberapa hari terakhir dipenuhi sampah.
Rosyidin, warga Rawalo yang mengaku penasaran dengan keadaan jembatan itu mencoba melihat turun ke bawah. Menurut dia, saat melihat ke bawah, banyak tumpukan sampah di sekitar tiang penyangga jembatan yang tertahan groundsiil yang lagi diperbaiki.
Senin, 04 November 2013
Upah Sektoral Semen Cilacap Disepakati Naik 25 Persen
Wartabanyumas.com - Pekerja
outsourcing semen Holcim yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar
Kontraktor Semen Cilacap, akhirnya menyepakati kenaikan upah sektoral semen
sebesar 25 persen dari UMK 20114.
Kesepakatan usulan kenaikan upah sektoral ini terwujud,
pada saat pembahasan yang dilakukan kesekian kalinya antara pekerja dan
perusahaan kontraktor bersama Apindo di eks-Kantor Dinsosnakertrans Cilacap di
Jalan Sindoro, Rabu (30/10).
Pembahasan
usulan kenaikan upah sektoral ini dipimpin oleh Kepala Dinsosnakertrans Kosasih
dan dihadiri oleh pekerja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar
Kontraktor Semen Cilacap, Ketua DPC Apindo Cilacap, Bambang Sriwahono, Anwar
Sanusi dari PT Holcim Pabrik Cilacap dan perusahaan kontraktor.
Pertemuan
ini, awalnya melibatkan Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap, perusahaan
kontraktor Pertamina dan perwakilan manajemen Pertamina RU IV Cilacap.
Supaya
dalam penyampaian aspirasi antara pekerja outsourcing semen Holcim dan pekerja
migas Pertamina tidak ada kerancuan. Tempat pertemuan mereka akhirnya dipisah.
Pekerja
outsourcing semen tetap berada di eks-kantor Dinsosnakertrans di jalan Sindoro
sedangkan Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap di tempatkan di kantor
Dinsosnakertrans di Jalan Perwira.
Pada
saat pembahasan upah sektoral semen setelah terjadi negosiasi dan tarik ulur
antara perusahaan kontraktor melalui Apindo akhirnya disepakati satu angka
yakni 25 persen dari UMK 2014. Jumlah ini lebih kecil dari tuntutan awal
pekerja yakni kenaikan 50 persen.
Usai
acara pembahasan upah sektoral semen, Kepala Dinsosnakertrans Cilacap, Kosasih
menyampaikan apresiasi atas hasil kesepakatan hari ini dalam situasi yang tetap
aman dan kondusif.
Selanjutnya, ia menambahkan, Dinsosnakertrans akan menyampaikan hasil kesepakatan ini kepada
Bupati Cilacap dan diteruskan kepada Gubenur Jawa Tengah.
Sementara
itu, Ketua Forum Komunikasi Pekerja
Antar Kontraktor Semen Cilacap, Hamonangan Pasaribu menjelaskan, misi kami
dalam pertemuan hari ini harus ada nilai. Kenaikan 25 persen dari UMK 2014
realitis untuk saat ini.
"Kita
harus paham tentang keadaan dan situasi kontraktor pengerah tenaga kerja. Jika
mereka terlalu besar mengusulkan kontrak. Toh apakah Holcim menerimanya atau
tidak, itu yang menjadi pemikiran kami," ujar Hamonangan saat ditemui usai
pembahasan kenaikan upah sektoral.
Selain
mempertimbangkan situasi Cilacap agar tetap kondusif, menurutnya kesepakatan
ini merupakan langkah awal dan diharapkan kedepan dapat mendongkrak jika nilai
ekonomisnya masih kurang.
Hal
senada juga diungkapkan Wakil ketua Forum Komunikasi Antar Kontraktor Semen,
Haryanto. Ia menyampaikan untuk saat ini puas dengan hasil kesepakatan upah
sektoral semen. Namun kedepan, ia menghendaki upaya-upaya agar kesejahteraan
semakin meningkat, sehingga kesenjangan sosial antara pekerja outsourcing
dengan pekerja tetap tidak terlampau jauh.
Upah sektoral migas
Pertamina belum ada kesepakatan
Pembahasan
upah sektoral Pertamina yang dipimpin oleh Kabid Hubungan Indrustrial dan Persyaratan
Kerja Dinsosnakertrans Cilacap, Teguh Prihantoro tidak membuahkan hasil
kesepakatan.
Pasalnya
pekerja yang terdiri dari Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap dan tenaga
sekuriti maupun perusahaan kontraktor tetap bersikukuh pada angka yang
diusulkan sejak awal.
Para
pekerja yang tergabung dalam federasi migas tersebut tetap menuntut kenaikan
sebesar 100 persen dari UMK 2014. Sementara dari perusahaan kontraktor tetap
pada pendiriannya yakni menaikan upah sektoral sebesar 28,5 persen dari UMK
2014.
Berhubung
tidak ada kesepakatan, pihak perusahaan kontraktor Pertamina meminta waktu
untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak manajemen Pertamina RU IV Cilacap.
Selanjutnya jika sudah mendapat kejelasan, pembahasan upah sektoral akan dilakukan
lagi.
Sementara
itu dari Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap dalam pernyataannya tetap
berpegang pada aspirasinya yakni kenaikan upah sektoral sebesar 100
persen dari UMK 2014. Mereka akan memperjuangkan aspirasinya sampai
dikabulkan. //dodo
mereka yang selalu dipinggir
Mereka Yang Selalu Dipinggir
Siang itu cuaca sangatlah terik, namun karena sebelumnya
hujah deras telah mengguyur kota
Purwokerto dan sekitarnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Tugel itupun
terlihat sangatlah becek, Mbah Karsem (52) bergegas ketika melihat truk sampah
yang memasuki area. Bermodalkan keranjang, dengan memakai topi dan sepatu Mbah
Karsem pun segera menghampiri dan berbaur dengan rekan-rekannya.
Tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Tugel Kelurahan
Kedungrandu kecamatan Patikraja ini memang tempat Karsem dan puluhan rekannya
biasa mengais rezeki. bau busuk menyengat bukanlah sebuah halangan dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari.
Setiap hari sampah warga purwokerto mencapai 300 meter
kubik, dan setiap hari pula sampah-sampah tersebut di buang ke TPA Gunung Tugel.
TPA dengan luas 6,7 hektar ini ternyata telah menarik warga sekitar untuk
mencari peruntungan. Setiap harinya ada sekitar 60-70 pemulung yang seperti jasad renik
pengurai limbah terus memilah sampah plastik, kertas, dan benda-benda lain
untuk didaur ulang.
Hasil mulungnya biasa dijual sama agen-agen pengepul sampah
yang datang setiap seminggu sekali, pendapatannya pun berkisar Rp 80 ribu
sampai Rp 100 ribu perminggunya. "yang penting bisa buat makan" tuturnya.
Selama lebih dari 25 tahun TPA Gunung Tugel ini beroprasi
selama itu pula tempat sampah ini menjadi sandaran hidup banyak orang, seperti Mbah
Rasem (60) yang menghabiskan masa tuanya mengais sampah plastik dan kertas
untuk menyambung hidup, keterbatasan ekonomi anak sematawayangnya yang serba
pas-pasan, menjadikannya harus menjalani hidup sebagai seorang pemulung tanpa
menghiraukan kondisi fisiknya yang sudah rapuh. "meski penghasilannya tidak
seberapa, yang penting tidak merepotkan anak", Ucapnya memelas.
Sementara Karyo (30) mengatakan bahwa sejak dijadikannya
Tempat Pembuangan Akhir, tempat ini menjadi ladang untuk mengais rezeki warga
sekitar. Karyo sendiri sudah 15 tahun menjalani profesi sebagai seorang
pemulung dengan penghasilan rata-rata Rp 15 ribu - Rp 20 ribu perharinya.
Menurutnya, kalau lagi musim kemarau pemulung yang mengais sampah bisa mencapai
150 orang lebih, tapi jika musim penghujan seperti saat ini, paling berkisar
sekitar 60-70 orang saja. "jika musim kemarau pemulung lebih mudah mengais
plastik dan kertas, makanya semua pasti akan berkumpul disini", Jelasnya.
Tempat Pembuangan Akhir Gunung Tugel adalah salah satu
potret kehidupan masyarakat yang mempertaruhkan hidup ditengah ancaman berbagai
sumber penyakit yang terkandung didalam tumpukan sampah, perhatian pemerintah
kususnya PEMKAB jelas sangat diperlukan, tidak hanya meningkatkan
kesejahteraan, tapi juga bantuan kesehatan untuk para pengais sampah tersebut.
//ipung
Langganan:
Postingan (Atom)



